Bunga Edelweis, Keabadian yang Tidak Bisa Dimiliki

- 16 September 2020, 20:38 WIB
Bunga Edelweis /Pixabay/Senja Kelabu/

Sepasi - Bunga Edelweis sudah tidak asing lagi bagi para pedaki yang sudah pernah mengalami pencapaian di tapal batas tertinggi.

Di Indonesia bunga Edelweis tumbuh di puncak beberapa gunung seperti Gede, Pangrango, Merbabu, Semeru, Lawu, dan Sindoro.

Bunga yang dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ini menurut sejarah pertama kali ditemukan oleh Georg Carl Reinwardt, naturalis asal Jerman pada 1819 di lereng Gunung Gede.

Baca Juga: Memakai Masker Scuba dan Buff Tidak Diperbolehkan di Kereta Commuter Line

Kemudian penelitian dilanjutkan oleh botanis asal Jerman lainnya bernama Carl Heinrich Schutz.

Bunga Edelweis sampai hari ini tidak kehilangan pesonanya karena bunga ini dapat mekar hingga 10 tahun lamanya.

Bunga Abadi bukan hanya sekadar julukan, hormon Etilen pada Edelweis mampu mencegah kerontokan kelopak bunga ini.

Baca Juga: Sony a7C, Mirrorless Full Frame Terkecil dan Teringan di Dunia

Tidak sedikit para pendaki yang menginginkan keabadian pada bunga ini.

Halaman:

Editor: Lutfi Dananjaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X