PSBB Tidak Efektif, Budi Hartono Sarankan Beberapa Langkah untuk Jakarta

- 13 September 2020, 12:48 WIB
Tolak PSBB Jakarta, Ini Isi Surat Budi Hartono Si Orang Terkaya Indonesia Kepada Presiden /

Sepasi - Orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono menyampaikan masukan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 14 September 2020 di Jakarta kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Melalui suratnya pemilik Djarum Group ini mengutarakan bahwa keputusan untuk memberlakukan kembali PSBB tidak tepat.

Dia kemudian menyampaikan saran berupa beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengendalikan laju peningkatan infeksi Covid-19 di Indonesia dan di DKI Jakarta pada khususnya.

Baca Juga: Orang Terkaya di Indonesia Kirim Surat ke Jokowi, Tolak PSBB Jakarta

Menegakkan aturan dan pemberian sanksi atas tidak disiplinnya sebagian kecil masyarakat dalam kondisi new normal. Tugas untuk memberikan sanksi dan hukuman tersebut jadi wewenang Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta.

"Jadi jangan karena membesarnya jumlah kasus terinfeksi Covid-19 kemudian Gubernur mengambil satu keputusan jalan pintas yang tidak menyelesaikan permasalahan sebenarnya,"  tulis Budi Hartono dalam surat yang diekspos melalui akun Instagram pribadi Peter F Gontha @petergontha Mantan Duta Besar Polandia, Sabtu, 12 September 2020.

Langkah selanjutnya, Pemerintah Pusat dan Daerah harus bersama-sama meningkatkan kapasitas isolasi untuk masyarakat (kontainer ber-AC di tanah kosong) sehingga tidak melebihi kapasitas maksimum ICU di Jakarta.

Kemudian, untuk menanggulangi banyak kekurangan dalam hal isolasi dan contact tracing, Pemerintah harus melaksanakan tugas dalam hal testing, isolasi, tracing dan treatment.

Terakhir, Budi Hartono menyampaikan bahwa perekonomian tetap harus dijaga, sehingga aktivitas masyarakat yang jadi motor perekonomian dapat terus menjaga kesinambungan kehidupan bermasyarakat hingga pandemi berakhir.

Halaman:

Editor: Lutfi Dananjaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X