Ketua Komite I DPD RI Minta Presiden Pertimbangkan Penundaan Pilkada Serentak 2020

- 12 September 2020, 17:35 WIB
Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi /dpd.go.id/

Sepasi - Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi meminta kepada Presiden untuk mempertimbangkan kembali pelaksanaan Pilkada serentak 2020 akibat pandemi Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

Fachrul Razi mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 ditunda dengan pertimbangan akan menimbulkan klaster baru, yaitu Klaster Pilkada.

"Salah satu anggota KPU terkena Covid-19. Sementara sebelumnya 21 Pegawai KPU RI juga terkena Covid-19. Di Boyolali, Dinas Kesehatan mengonfirmasi 70 orang pengawas pemilu terkonfirmasi positif Covid-19. Penularan pandemi belum berakhir. Karena tahapan (Pilkada) selanjutnya adalah kampanye, dimana diprediksi konsentrasi massa akan semakin marak terjadi," kata Fachrul seperti dikutip dari Antara dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Beberapa alasan yang mendasari sikap DPD RI untuk menunda Pilkada 2021 seperti dikutip dari situs resmi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia adalah sebagai berikut.
 
KPU menyebutkan per hari ini terdapat 60 Calon Kepada Daerah yang maju di 21 daerah positif Covid-19.
 
Tidak hanya calon Kepada Daerah, penularan juga menjangkit penyelenggara Pilkada di pusat maupun daerah. Per hari ini ditemukan Komisioner KPU terkena virus setelah sebelumnya 21 Pegawainya terkena Covid-19. Di Boyolali, Dinas Kesehatan mengkonfirmasi 70 orang pengawas pemilu positif.
 
Temuan Bawaslu RI lebih mencengangkan lagi. Sebanyak 243 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 saat pendaftaran bakal pasangan calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
 
Temuan 243 pelanggaran itu dalam bentuk arak-arakan atau kegiatan yang mengumpulkan banyak orang terutama menjelang proses pendaftaran.*** 
 

Editor: Lutfi Dananjaya

Sumber: Dpd.go.id


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X