Waduh, Beredar Kabar Orang yang Divaksinasi Akan Meninggal Dalam 2 Tahun, Cek Faktanya di Sini

- 21 Juli 2021, 08:36 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 /Instagram.com/@dinkesdki

SEPASI – Program vaksinasi saat ini sedang ‘dikebut’ pemerintah demi menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Berbagai jenis vaksin sudah datang ke Indonesia seperti Sinovac, Astra Zeneca, Pfizer, dan Moderna.

Pemerintah juga sudah menyebarkan seluas-luasnya informasi betapa pentingnya vaksinasi agar terbentuk herd immunity di masyarakat Indonesia.

Program vaksinasi ini pun disambut gembira oleh sebagian masyarakat dengan beramai-ramai mendaftarkan diri ikut program vaksinasi.

Baca Juga: Pelonggaran Bertahap PPKM Darurat Mulai 26 Juli, Boleh Makan di Tempat Maksimal 30 Menit

Namun, ada sebagian yang tidak mau divaksin akibat informasi yang salah dan pengaruh berita hoaks lainnya.

Salah satunya kabar yang beredar melalui WhatsApp yang menyebarkan informasi jika orang yang sudah divaksin akan meninggal dalam dua tahun kemudian.

Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikelnya Cek Fakta: Beredar Kabar Semua Orang yang Divaksinasi Akan Mati dalam 2 Tahun, Simak Faktanya, kabar atau pesan berantai di WhatsApp yang menyertai tautan www.lifesitenews.com merujuk pada sebuah berita berjudul Nobel Prize winner: Mass COVID vaccination an ‘unacceptable mistake’.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Pengunjung Rumah Makan Hanya Diberi Waktu 30 Menit untuk Makan di Tempat

Dalam pesan itu, disebutkan bahwa semua orang yang divaksinasi Covid-19 akan mati dalam dua tahun dan tidak ada pengobatan bagi mereka yang telah divaksin berdasarkan pernyataan dari ahli virologi sekaligus penerima hadiah Nobel bernama Luc Montagnier yang dikutip dari berita tersebut.

Halaman:

Editor: Adrian Ramdani

Sumber: Pikiran Rakyat, Turn Back Hoax


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X