Revisi Aturan PPKM Darurat Jawa-Bali: Masjid Dibuka tapi Tetap Optimalkan Ibadah di Rumah

- 11 Juli 2021, 12:59 WIB
Revisi Aturan PPKM Darurat Jawa-Bali: Masjid Dibuka tapi Tetap Optimalkan Ibadah di Rumah
Revisi Aturan PPKM Darurat Jawa-Bali: Masjid Dibuka tapi Tetap Optimalkan Ibadah di Rumah /Pixabay/ Mohamed Hassan

SEPASI - Pemerintah telah merevisi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Kini, masjid dibuka kembali meski ibadah di rumah harus tetap dioptimalkan.

Revisi itu tertera dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2021 tentang PPKM darurat Covid-19, dengan perubahan atas Diktum ketiga huruf g dan k Inmendagri Nomro 15 Tahun 2021 yang terbit sebelumnya.

Baca Juga: Kimia Farma Sediakan Vaksin Covid-19 Berbayar, Simak Jenis, Harga dan Ketentuannya

"Dalam rangka tertib pelaksanaan PPKM darurat COVID-19 di Jawa dan Bali, perlu dilakukan perubahan,”

Khususnya pada diktum ketiga huruf g dan huruf k instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali,”

Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19," demikian bunyi revisi anyar.

Revisi yang tertuang dalam poin g kini tidak lagi ‘menutup sementara’ tempat-tempat ibadah seperti Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah.

Meski membuka tempat ibadah, pemerintah tetap mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan kegiatan peribadatan khususnya secara berjemaah selama penerapan PPKM darurat.

Pun mengutamakan ibadah di rumah.

“tidak mengadakan kegiatan peribadatan/ keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah,” demikian kutipan Inmendagri.

Halaman:

Editor: Zoraya Ralie


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X