Ikan Cupang, Primadona di Tengah Pancemi Virus Corona

- 2 Oktober 2020, 09:37 WIB

Lapangan parkir Pasar Ikan Hias Jatinegara, Jakarta, dipenuhi manusia, Minggu 13 September 2020 menjelang tengah malam. Bukan ikan-ikan hias seperti koi, mas koki, arwana, atau louhan, primadona malam itu tak lain adalah ikan cupang (Betta sp.). Beragam jenis ikan cupang menjadi komoditas mayoritas yang dijual para pedagang setempat. “Sejak awal pandemi Corona, penjualan di sini melonjak hingga lebih dari 100 persen dan ikan cupang yang paling pesat peningkatannya. Makannya banyak pedagang yang akhirnya memfokuskan ke cupang,” kata Ujang, salah satu pedagang. Lonjakan penjualan selama pandemi Covid-19 juga dialami Tiano Morello, salah satu peternak ikan cupang di Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Meski ekspor lesu akibat aksesnya yang susah selama pandemi Covid-19, Tiano mengatakan, penjualan ikan cupang hasil budidayanya untuk pasar domestik malah meningkat pesat hingga lebih dari dua kali lipat. “Seiring lebih banyaknya aktivitas masyarakat untuk berkegiatan di rumah selama pandemi membuat jumlah penggiat baru hobi memelihara ikan cupang meningkat signifikan,” ujar peternak beromzet Rp100 juta-Rp150 juta setiap bulan itu. Manisnya bisnis ikan cupang selama pandemi Covid-19 membuat banyak orang terpikat, salah satunya Arifin, pedagang pakaian denim di Pos Pengumben, Jakarta Barat. Di tengah lesunya penjualan toko pakaian berbahan jeans miliknya saat pandemi, bisnis ikan cupang menjadi angin segar. Berbagai jenis ikan cupang dari crown tail, halfmoon, plakat, bluerims, hingga giant multicolor menjadi pajangan baru berdampingan bersama pakaian-pakaian dagangan di Toko Nyoel Jeans.co milik Arifin. Selain warnanya yang indah dan corak-coraknya yang unik, menurut seorang penggiat baru hobi ikan cupang, Zudiar Laeis, cupang juga lebih mudah dan murah pemeliharaannya dibanding ikan-ikan jenis lainnya.***

Images Lainnya

X