Kampung Patin, Tiada Rumah Tanpa Kolam

- 29 September 2020, 12:40 WIB

Desa Bernama Koto Masjid di Kabupaten Kampar, Riau dikenal luas dengan sebutan "Kampung Patin" karena menjadi salah satu sentra budidaya ikan patin terintegrasi. Di Kampung Patin ada slogan tiada rumah tanpa kolam ikan. Budidaya ikan air tawar itu mulai dikembangkan sejak 2002. Luas perkolaman di Kampung Patin kini mencapai 150 hektare, yang mayoritas dikelola warga setempat, dan setiap hektare bisa terdiri atas 8 kolam. Dalam sehari warga setempat bisa memanen 12 hingga 15 ton ikan segar sehingga jumlah panen rata-rata mencapai 360 sampai 450 ton per bulan. Ikan Patin segar dijual Rp14.500 per kilogram untuk memenuhi kebutuhan pasar di Riau, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Selain itu, Kampung Patin juga merupakan contoh nyata keberhasilan pertanian ikan air tawar dari hulu hingga hilir. Sebab, warga menerapkan teknologi dan diversifikasi produk akhirnya. Di sektor hulu, mereka membuat pakan sendiri dan menerapkan pembuahan buatan dengan mengambil sperma dan telur dari induk ikan. Dengan begitu, tingkat keberhasilan pembuahan lebih tinggi dibanding pembuahan alami. Telur yang sudah dibuahi ditempatkan di corong penetasan yang bisa menghasilkan hingga 2,8 juta larva patin dalam sebulan. (FB Anggoro)***

Images Lainnya

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X