Kenapa Orang Mudah Percaya Hoaks?

- 22 Juli 2021, 08:48 WIB
Ilustrasi hoaks
Ilustrasi hoaks /Pixabay

SEPASI - Derasnya arus informasi terutama di media sosial membuat hoaks cenderung mudah dipercaya meski tak diketahui kebenarannya. Salah satunya hoaks vaksin yang membuat orang jadi enggan divaksin. Kenapa begitu?

Menurut Mark Whitmore, Ph.D., asisten profesor manajemen dan sistem informasi di Kent State University di Ohio, alasan utama di balik daya tarik hoaks adalah bias konfirmasi.

Dikutip Washington Post, bias konfirmasi adalah aksi mencari pembenaran untuk mengonfirmasi keyakinan.

Orang cenderung percaya suatu informasi untuk menegaskan keyakinan mereka yang sudah ada sebelumnya.

Di sisi lain, ia menutup mata akan adanya informasi lain yang bertentangan dengan keyakinannya, tetapi mungkin saja benar.

Baca Juga: Kemenkominfo Temukan 258 Hoaks Vaksin Covid-19 dari 1.870 Konten Media Sosial

Ini terjadi karena kebanyakan orang hanya menyimak apa yang ingin mereka dengar.

"Jika melihat sesuatu yang membenarkan pemikiran kita, ada kecenderungan untuk menyukai dan membagikannya. Apalagi kita punya sumber daya kognitif, perhatian dan waktu yang terbatas," jelas Andrew Bessi,salah satu penulis dalam riset bertajuk The Spreading of Misinformation Online.

Dijelaskan Eve Whitmore, Ph.D., seorang psikolog perkembangan di Western Reserve Psychological Associates, bias konfirmasi terbentuk di awal kehidupan.

Halaman:

Editor: Zoraya Ralie

Sumber: Washington Post, American Psychological Association


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X